Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

“Moga tahun depan ...”

  Stickmen dalam waktu Lalu kubaringkan tubuhku sambil melihat cerahnya langit sore pukul 16.44 dan matahari yang ditutupi oleh putihnya awan seperti warna bajuku. ‘Hey Tuhan, bisa ngga sih awan yang itu, melingkar sempurna aja, jangan nanggung, biar kayak bundaran asap rokok yang keluar dari mulut perokok atraksi’ gumamku sambil menunjuk awan yang melingkar ngga sempurna itu. *** Datanglah seorang bocah sok asik ke taman itu dan mendekatiku “lagi ngapain mas?” katanya, mungkin terpancing oleh telunjuku yang mengarah ke atas. Tak ku-gubris, hanya melihat ke arahnya. “Aku punya sepeda BMX” lanjutnya. Tersadar dia butuh pengakuan, aku terbangun dari baringku “Namanya siapa?” tanyaku. Dia terlihat bingung karena pertanyaanku menunjuk ke siapa, apakah dirinya atau sepedanya. Dan aku tak peduli yang menjawab pertanyaan itu siapa, mau itu sepedanya atau dirinya. “Aku evan” katanya “Sepedamu?” “Ini BMX” ucap si bocil “Itu jenis sepedanya,   bukan namnya” si bocil meng...

Postingan Terbaru

Ibuku: Absurdist Sejak Lahir

Krisis Ekologi Ngga Selalu Salah Kita?

Animasi Sampah dan Realita Penindasan